Friday, April 17, 2015

I Believe I Can Fly, I Believe I Can Touch the Sky

Kamis, 16 April 2015

Alhamdulillahirrabil 'alamin... Teman seangkatanku waktu SMK dulu mungkin sudah merasakan ini beberapa tahun yang lalu.. Mereka yang berkesempatan menikmati kemegahan perguruan tinggi tanpa harus mencari modal sendiri mungkin sudah merasakan kebahagiaan ini.

Ah tak apa, tak pernah terlambat untuk bersyukur, Alhamdulillah yaa Allah...
Terima kasih atas kesempatan mengundang kedua orang tua, serta kakak dan adiku untuk berbagi kebahagiaan ini, karena tanpa mereka mustahil sekali untuk sampai pada saat ini.

Perjuangan 3 setengah tahun untuk meraih gelar Sarjana Strata 1 berakhir dengan indah.
Sangat indah... Alhamdulillah... Semoga kami menjadi akademisi yang amanah... 
Selamat mas Amir atas gelar wisudawan terbaik, bangga sekali berada disisimu..

Kebahagiaan yang diawali dengan semangat menggebu, bersaing sehat dengan partner terbaiku, teman diskusi, teman bersilang pendapat, teman terisolasi dan te-rdeskriminasi-ku, Amir & Anggit, bangganya dipertemukan dengan kalian. 

Rasanya genggaman tangan kita semakin erat, seiring keterasingan kita dari ke-perlente-an dan ke-hedonisme-an. Aku senang sekali karena selara kalian sama sekali tidak fashion-iawi, dan bersama-sama kalian sepanjang hiruk pikuk kehidupan perkampusan 3 setengah tahun ini memberiku suntikan semangat kompetisi yang sehat.

Aku belajar banyak dari kalian, karena awal perkuliahan aku masih malas-malasan. Bersama kalian belajar, mengerjakan tugas, dan mempersiapkan materi setiap pertemuan menjadi luar biasa nikmat. Sayang hanya boleh satu orang yang maju ke podium, kalau saja ada 3 pasti kita sudah bersebelahan menerima plakat. Pada akhirnya ketidak-adilan yang kita terima dan kecurangan-kecurangan yang terpaksa harus kita saksikan bisa kita sudahi dengan kemenangan. 

Jangan dulu takabur, masih banyak gerbang-gerbang selanjutnya yang belum kita buka, masih ada tanggung jawab mencerdaskan kehidupan (dan mental) bangsa. Semoga amanah yang tersemat dengan melekatnya gelar SS dibelakang nama kita dapat kita pertanggung jawabkan. Selamat untuk kita bertiga! Dan Selamat atas diterimanya tawaran ibu Dekan !!!! Alhamdulillah.........


Teruntuk yang tercinta :
Bapake, Yune, Mba Asih, Dodo, A Madin, Tasya, Azka, Degel, Nana, Raina, dan semuanya..

Yang banyak membantu :
Pak Moko, Mba Dita, Dita, dan semuanya..

Teman seperjuangan :
Anggit, Ica, Susan, Lita, Dessy

Yang spesial :
Mas Amir

"I Believe I Can Fly" R Kelly 

I used to think that I could not go on
And life was nothing but an awful song
But now I know the meaning of true love
I'm leaning on the everlasting arms

If I can see it, then I can do it
If I just believe it, there's nothing to it

[Chorus:]
I believe I can fly
I believe I can touch the sky
I think about it every night and day
Spread my wings and fly away
I believe I can soar
I see me running through that open door
I believe I can fly
I believe I can fly
I believe I can fly

See I was on the verge of breaking down
Sometimes silence can seem so loud
There are miracles in life I must achieve
But first I know it starts inside of me, oh

If I can see it, then I can be it
If I just believe it, there's nothing to it

[Chorus]

Hey, cause I believe in me, oh

If I can see it, then I can do it (I can do it)
If I just believe it, there's nothing to it

[Chorus]

Hey, if I just spread my wings
I can fly
I can fly
I can fly, hey
If I just spread my wings
I can fly-eye-eye-eye
Hum, fly-eye-eye

source : http://www.azlyrics.com/lyrics/rkelly/ibelieveicanfly.html




with you with you with you..

I need you boo

tresno tuhu tresno romo ibu

sissy
Thank you so much
Mr. Yan & Mr. Ratmo
with the dean
Yeayyy!! Ical & Anggit, good job !

Sri-Kandis

Mom Djas




Saturday, March 14, 2015

Dekonstruksi Akademisi

Kita sudah sampai pada titik ini.
Kita tak meninggalkan mereka untuk sampai pada titik ini.
Yang membuat kita berbeda hanya pilihan yang kita ambil untuk sampai pada titik ini.

--------------------
Dekonstruksi Akademisi
Bagaimana mungkin kalian menamai kalian akademisi
Sedang untuk sekedar mencari kebenaran saja kalian pakai emosi

Bagaimana mungkin kalian berteriak anti korupsi
Sedang untuk mendapat niali saja kalian melobi

Bagaimana mungkin kalian berbangga diri
Sedang mengerjakan ujian saja tengok kanan kiri

Bagaimana mungkin kalian menyebut kalian mahasiswa mandiri
Sedang tugas dan skripsi didapat dari meng-copy

Ah sudahlah



Suatu ketika aku mendapati paper temanku yang setelah kubaca isinya sama persis dengan paperku yang ku email padanya beberapa hari sebelumnya. Tadinya kupikir hanya akan dijadikan sebagai referensi untuknya. Nyatanya hampir selurhnya ia cangkok. Hanya introduction dan sedikit bagian lain. Disitu kadang saya merasa sedih.
Aku tidak menyayangkan atas nilai A yang ia peroleh. Aku menyayangkan kualitas mentalnya. Bahkan ketika ia tau bahwa aku tau bahwa ia meng-copy paperku, ia hanya diam dan duduk dipojokan (LOL).
Aku mencoba melupakan ini. Ah sudahlah, aku masih banyak stok nilai A. Sombong !
Semester itu berahir dengan hanya satu nilai B di indeks prestasiku. Lagi-lagi sombong !
Lagi-lagi ia menorehkan luka yang sulit aku abaikan. Entah apa yang ia masksudnya namun bagiku ia merusak rantai kepercayaan diantara kami. ke-ember-anya meluakai hati nuraniku. 
Setelah beredar kabar hampir sebagian besar kelas mendapat nilai E untuk satu mata pelajaran. Sekat diantara mereka dan kami semakin membentang lebar. Hati kecilku sedih. sungguh. di akhir masa kuliah yang mestinya dipenuhi suasana haru biru penuh kemesraan keakraban, nyatanya menjadi seperti kawanan orcs dan dwarfs.
Tragedi nilai E itu memunculkanya lagi sebagai tokoh penggagas penyelamatan nilai bagi sebagian besar kelas. Lalu gaya persuasifnya dan kemahiran melobinya yang membuatku lebih baik tidak mengetahui sepak terjangnya sama sekali. Lagi-lagi aku tak menyalahkan usahanya mendapat nilai bagus.Aku hanya menyayangkan kualitas mentalnya saja. Lah kalau setiap dapat nilai jelek terus protes njuk piye?. Kalo memang copy-paste ya terima sajalah. Kalau ndak ya gapapa sih.
Ah sudahlah....

Aku masih berharap sekat yang membentang lebar dan angkuh itu akan runtuh. Tapi rasanya aku pun masih harus membenahi diriku sendiri untuk itu. Setelah kita sama-sama memakai toga nanti aku harap kita sama-sama belajar menjadi manusia yang lebih baik.

 13 Peserta sidang skripsi
Anggit, Ical, Amir, Me
Amir, Me, Anggit
Heal The Class (From Heal The World Lyric by Michael Jackson)


There's a place in your heart
And I know that it is love
And this place could be much
Brighter than tomorrow
And if you really try
You'll find there's no need to cry
In this place you'll feel
There's no hurt or sorrow
There are ways to get there
If you care enough for the living
Make a little space, make a better place
Heal the class
Make it a better place
For you and for me and the entire human race
 
Apa yang membuat kita berbeda memang hanya soal 'pilihan'. Pilihan untuk belajar dengan sungguh-sungguh atau tidak. Pilihan untuk bertanggung jawab pada tugas-tugas dari dosen atau tidak. Pilihan untuk membiasakan diri tidak melakukan plagiarisme atau tidak. Pilihan untuk tidak diam-diam meng-copy tugas temanya atau tidak. Pilihan untuk sungguh-sungguh berusaha memahami apa yang kita pelajari atau tidak. Pilihan untuk legowo atas nilai yang kita peroleh atau tidak. Pilihan untuk jujur atas kemampuan kita atau tidak. Pilihan untuk merelakan tidak bersenang-senang bahkan mengurangi waktu tidur untuk belajar atau tidak. Dan yang terpenting adalah pilihan untuk jujur pada diri sendiri.




Saturday, January 31, 2015

Hellboy



To : Orcs

“What makes a man a man? Is it his origins? The way he comes to life? I don't think so. It's the choices he makes. Not how he starts things, but how he decides to end them.”



(agent John Myers in Hellboy movie)



I’ve done an analysis of this movie by using Post-Structuralism perspective. The standard concept of social life may disapprove with this fiction story. The main character (hero) of this movie is a devil, you will agree with this if you focus on his (I will start calling this creature “his”) physical appearance. Covered by red skin, we will automatically judge him as a “devil”. It is compounded by a couple of horns on his forehead that will make you agree if I categorize him into a kind of monster. His appearance is worsened by the fact that his eyes are yellow and he has a tail. Now, let me talk about his attitude. In this movie, he is portrayed as a hero, an infant boy born in hell, but nurtured by a human, Prof. Broom (if I’m not mistaken). He is growing to be an adult, but still people call him Hell-Boy. Set to be a hero, he often seems to come and rescue people with his power and ability destroying monster. Ah, I forget to mention this part, one of his arms is a stone-made function to open a portal to connect this earth to other dimension inhabited by monsters.



Is he a man then? Let me discuss his attitude. Nurtured by a kind man, he becomes more likely a human. He treats Prof. Broom respectfully, even though he has an appetite for doing some child-like deeds. He has a fonder heart about a girl. He is able to turn his face jealously when his girl enjoying her time with other man.

Is he a man then? He chooses not to open the portal though forced by Rasputin by torturing his lover. He decides to save the earth and his lover. He is so humane.



I’m not going to compare this Hellboy to a man. I’m trying to share my experience during my existence in this mental world, I mean this real world. The most recent experience, been shouted by an old-man, not because of my wrongdoing, but his bad temper. I don’t want to put my finger of blame on him. Some people often prefer shouting to speaking though my body is not far enough to make him shouting. I am not angry at all about his bad temper. But I have an objection with his mental quality. He shouted at me about having too many jobs to be handled. Yes, I see, and listen, you are always telling me about this, and you are always shouting at me again.  Does he have a brain inside his head? Perhaps he is too busy to think about others' heart. May be he is too dumb to hear my explanation. Only a couple of sentences may be enough to prevent him from losing his energy to shout. Oh man, your age is more than double of mine. Do I have to teach you about moral? How to treat other? How to avoid your habitual deed of embarrassing others? I am not a perfect one to teach this, but I am more humane than you I guess.



Is he a monster than? He is always shouting at others with irritating words and he is always begging others' for help. His feeling of superiority destroys his humanity. Oh man… I feel sorry about it.



Nevertheless, I’m going to thank him for these happy memories. He makes me realize that possibly I have a chance to be a monster because of my confidence of being right sometimes. He reminds me to always consider others’ feelings. He makes me understand how important giving others a chance to explain is.



What makes a monster a monster? Is it his origins? The way he comes to life? I don't think so. It's the choices he makes. Not how he starts things, but how he decides to end them.

Sincerely
Me - a human being