Sementara mimpi buruk itu sangat membuatku benci tidur juga bangun
Aku rasa beberapa kali aku memimpikan itu
Bahwa seperti pilihan hidup atau mati
Ternyata kau lebih memilih dia-
satu-satunya teman yang kucemburui segenap hati
Mungkin aku terlalu cemburu
Tapi aku tak mau terlihat terlalu cemburu
Pada akhirnya aku melumatnya sendiri
Kau tau?
Aku diciptakan sebagai orang yang selalu cemas
Kekhawatiran adalah aku
Terkadang aku sangat mahir menciptakan kekhawatiranku sendiri
Sepertinya ini kekhawatiranku paling tolol-paling mengerikan
Bahwa aku cemas-kalau seandainya ternyata cintamu mengalami erosi suatu saat
Kalau ternyata aku hanyalah awal dari kisahmu selanjutnya-selain aku
Aku belum pernah secemas ini sebelumnya
Apa aku berlebihan mencintaimu?
Aku tak bisa bersembunyi dari kekhawatiranku yang ini
"Malamku kini terasa sendu, masih tergagap
berharap tau apa inginmu
Mungkin aku tak seindah yang ada dikhayalmu
Mungkin aku tak seperti orang-orang sebelumku
Kuharap kau tau kalau hati ini telah terpaut padamu
Kuingin mampu pupuskan khawatirmu
Tenanglah sayang, aku tak sebodoh itu
biarkan cintaku untukmu terkikis
Terima kasih untuk khawatirmu
Love you sayang.."
Sepertinya aku sudah membumbung sampai langit-langit kamarku
Kau menulisnya...
Aku tau pada akhirnya aku hanya akan merasa bersalah atas sikapku padamu..aku rela menanggungnya, karena aku membutuhkanya..sedikit ungkapan cintamu..sedikit meredakan ketakutanku..sedikit rasa percaya diriku bahwa aku dicintai..bahwa benar yang kupilih....bahwa aku tak menyakiti siapapun kelak..bahwa aku tak akan menjadi candu untuk masalaluku..bahwa memang keberadaanku melengkapimu....
Bangun pagi hari ini aku bahagia....bukan maksudku tak ingin membagikanya padamu....tapi aku terlalu bahagia....aku takut kau akan merusaknya dengan ekspresimu yang biasa-biasa saja..atau bahkan memarahiku...karena aku sedang bahagia...
Sahabatku Raina.. apa kau tau? aku tau kau akan bersyukur karena aku bahagia. Aku bukan sedang membentengi diri darimu. Hanya kurasa kau sangat jauh.... aku ingin bicara padamu, tapi mungkin kau tidak.. jadi biar saja..aku tetap berdoa untukmu.
Tuesday, April 02, 2013
Tuesday, March 05, 2013
Si Embun Pagi
Embun pagi itu mulai menua, lebih sering mengerutkan dahi dibanding merekahkan senyumnya. ia telah membasahi daun indah yang sempat kering. Matahari kota telah sering menyengatnya, menempanya menjadi setangguh raksa, meski ia tetap menyimpan sutera atau rapuh semata?
Tetap saja, ia menetes-netes. Ia sempat mengalirkan kasihnya dalam rute sungai yang berliku. Ada yang melihatnya sebagai mahkota mawar yang tangkainya berduri, ada yang mengendusnya sesemerbak melati, ada yang mengingatnya adalah ilalang dungu yang sepi.
Ia tetap menetes. Membangunkan capung-capung yang tertidur. Mengalihkan perhatian kumbang dari mengejar sang bunga. Menguras tenaga untuk tetap terjaga dari hidup yang terkadang lemah dan payah.
Ia bermuara, muara untuk menggendongnya ke syurga......
Tetap saja, ia menetes-netes. Ia sempat mengalirkan kasihnya dalam rute sungai yang berliku. Ada yang melihatnya sebagai mahkota mawar yang tangkainya berduri, ada yang mengendusnya sesemerbak melati, ada yang mengingatnya adalah ilalang dungu yang sepi.
Ia tetap menetes. Membangunkan capung-capung yang tertidur. Mengalihkan perhatian kumbang dari mengejar sang bunga. Menguras tenaga untuk tetap terjaga dari hidup yang terkadang lemah dan payah.
Ia bermuara, muara untuk menggendongnya ke syurga......
Tuesday, February 26, 2013
love makes the word go round yeay!
masih libur kuliah pasca ujian akhir semester 3. itu berarti 3 semester aku denganmu, baru sebentar, kata orang baru seumur jagung. waktu itu awal perkuliahan, seminggu pertama aku hanya datang 2 kali pertemuan untuk kelas malam, hari pertama dan hari terahir di minggu pertama. hari itu hari jumat, aku belum hafal nama-nama teman sekelas, cuma satu dua, dan beberapa yang ku hafal wajahnya tapi tak tau namanya. aku lupa namamu, dan sepertinya waktu itu aku duduk disebelahmu, kita berkenalan dengan percaya diri kuketikan nomor handphoneku di handphonemu, memalukanya kelakuan ku itu. setelah itu aku mengirim sms terlebih dahulu, sebenarnya cuma iseng dan kukirim ke banyak nomor, dan aku tertarik pada gaya smsmu waktu kau membalasnya.
kita dekat. aku lupa tanggalnya, waktu kau melewatkan malam minggumu di anyer, atau mana aku lupa, sebenarnya aku sepi, dan ada teman laki-laki sekelas dengan kita yang ingin datang, aku iyakan saja karena aku sudah sering menolak tawaranya, dia sudah menyatakan perasaanya padaku, sebenarnya aku tak mau memberi harapan tapi aku tak tau bagaimana caranya agar tidak menyinggung perasaanya, dalihku cuma usianya yang lebih muda dariku. malam itu aku katakan padamu bahwa dia datang kerumahku, membaca balasanmu beberapa kali, dan aku puas. kusimpulkan, kau cemburu...
aku sudah hafal deru motormu, segera ku kenakan jilbabku. kupikir aku akan menunggu didalam saja. ku dengar hanya hening beberapa saat, tak ada suara tapak kakimu, dan handphoneku bergetar.
"Assalamu'alaykum..."
aku tersenyum, lucu, bahkan untuk sekedar naik tangga ke kos-ku pun kau malu. aku membuka pintu cepat-cepat, aku menjemputmu di tangga. dan aku sadar kau berbeda, aku mungkin teman wanita pertama yang kau kunjungi-dimalam-minggu.
awalnya aku sulit mengikutimu berbicara dengan bahasa jawa wetanmu, tapi menggunakan bahasa jawa ngapakku, kau tak akan mengerti kurasa. sekarang aku mulai terbiasa. aku senang menyimak ceritamu, tentang keluargamu, teman-temanmu, masa kecilmu. aku suka caramu bercerita, caramu tersenyum, gigi putihmu.
-----------
hari pertunangan......kakaku
jujur aku ragu mengajakmu ke kampung halamanku, aku cemas dianggap ingin buru-buru menikah atau apa. dan lebih dari itu, aku cemas kau tak bisa menerima keluargaku. dan aku tak mampu menemukan kata-kata untuk mengatakan itu, dan kecemasanku dituntaskan dengan ajakan kakaku untukmu. aku bersyukur, itu lebih baik.
kurang lebih 14 jam perjalanan dalam bus-karena macet. kita berdua, bersebelahan di bus pengap. bercerita panjang lebar, terkantuk-kantuk, aku lupa membayangkan bagaimana momen kau akan bertemu ayahku terjadi. dan terjadilah, ayahku yang memboncengkanmu, dan aku dengan uwa-ku di belakangmu, kalian berdua, maksudku kau-dan-ayahku terlihat membicarakan sesuatu, sepertinya seru. aku lega.
-----------
begitulah, mereka-ayah ibu kakak dan adiku menerimamu, bagi ibu, ia percaya padamu. kau tau? itu sangat berarti untuku.
-----------
Setiap hari disisimu, aku nyaman. kau tidak pernah mengungkapkan perasaanmu dengan romantis, sejujurnya aku mengharapkanya. terkadang aku rasa kau terlalu cuek, atau kau tidak tau cara memperlakukanku. atau kau memperlakukanku sama seperti kau memperlakukan teman-temanmu. bukan. bukan tentang mata kuliah, tentu bukan, tentang hal-hal kecil. sepele. tapi aku merasa kau perlu memperhatikanku. sedikit saja peduli pada urusanku dan perasaan sensitifku, aku tak bisa mengungkapkanya. pada ahirnya aku cuma manyun dan menggerutu, dan kau kebingungan. setiap api kemarahanku berkobar selalu saja luluh saat kau datang.
waktu aku membeku atas kehausanku tentang rasa pasti bahwa kau sungguh-sungguh akan melindungi dan menjagaku kadang menjadikanku benar-benar bisu, dan seketika menguap begitu saja saat menjadi makmumu dan mengaminkan doa-doamu.
------------
kau periang, kau selalu bisa menutupi masalah-masalahmu, bahkan dariku sekalipun. aku tak pernah mendengarmu mengeluh kecuali kau sering sakit kepala. dan aku mulai takut karena kau tak pernah mengeluh. aku menerka-nerka, apa kau tak percaya padaku? apa kau sedemikian hebatnya sehingga tak ada yang perlu kau keluhkan? atau ini lebih menyakitkan, kau ragu padaku....dan aku takut.
aku ingin bertanya padamu tentang ini, tapi kau selalu sibuk dengan handphonemu atau dengan membahas masalah-masalah lain dibandingkan dengan mengeluh padaku dan mencari jawaban apa kau ragu padaku.
aku fokus padamu, dan aku nyaris tak punya teman. aku takut akan kekhawatiranmu pada masa laluku, tak ada jalan lain selain menutup aksesku dari masa laluku, itu berarti juga dari teman-temanku, tidak, bukan karenamu tentu, ini hanya karena ketakutanku. dan jangan menyalahkan dirimu seperti biasa, karena aku tidak pernah meninggalkan mereka, dalam doa.
kita dekat. aku lupa tanggalnya, waktu kau melewatkan malam minggumu di anyer, atau mana aku lupa, sebenarnya aku sepi, dan ada teman laki-laki sekelas dengan kita yang ingin datang, aku iyakan saja karena aku sudah sering menolak tawaranya, dia sudah menyatakan perasaanya padaku, sebenarnya aku tak mau memberi harapan tapi aku tak tau bagaimana caranya agar tidak menyinggung perasaanya, dalihku cuma usianya yang lebih muda dariku. malam itu aku katakan padamu bahwa dia datang kerumahku, membaca balasanmu beberapa kali, dan aku puas. kusimpulkan, kau cemburu...
aku sudah hafal deru motormu, segera ku kenakan jilbabku. kupikir aku akan menunggu didalam saja. ku dengar hanya hening beberapa saat, tak ada suara tapak kakimu, dan handphoneku bergetar.
"Assalamu'alaykum..."
aku tersenyum, lucu, bahkan untuk sekedar naik tangga ke kos-ku pun kau malu. aku membuka pintu cepat-cepat, aku menjemputmu di tangga. dan aku sadar kau berbeda, aku mungkin teman wanita pertama yang kau kunjungi-dimalam-minggu.
awalnya aku sulit mengikutimu berbicara dengan bahasa jawa wetanmu, tapi menggunakan bahasa jawa ngapakku, kau tak akan mengerti kurasa. sekarang aku mulai terbiasa. aku senang menyimak ceritamu, tentang keluargamu, teman-temanmu, masa kecilmu. aku suka caramu bercerita, caramu tersenyum, gigi putihmu.
-----------
hari pertunangan......kakaku
jujur aku ragu mengajakmu ke kampung halamanku, aku cemas dianggap ingin buru-buru menikah atau apa. dan lebih dari itu, aku cemas kau tak bisa menerima keluargaku. dan aku tak mampu menemukan kata-kata untuk mengatakan itu, dan kecemasanku dituntaskan dengan ajakan kakaku untukmu. aku bersyukur, itu lebih baik.
kurang lebih 14 jam perjalanan dalam bus-karena macet. kita berdua, bersebelahan di bus pengap. bercerita panjang lebar, terkantuk-kantuk, aku lupa membayangkan bagaimana momen kau akan bertemu ayahku terjadi. dan terjadilah, ayahku yang memboncengkanmu, dan aku dengan uwa-ku di belakangmu, kalian berdua, maksudku kau-dan-ayahku terlihat membicarakan sesuatu, sepertinya seru. aku lega.
-----------
begitulah, mereka-ayah ibu kakak dan adiku menerimamu, bagi ibu, ia percaya padamu. kau tau? itu sangat berarti untuku.
-----------
Setiap hari disisimu, aku nyaman. kau tidak pernah mengungkapkan perasaanmu dengan romantis, sejujurnya aku mengharapkanya. terkadang aku rasa kau terlalu cuek, atau kau tidak tau cara memperlakukanku. atau kau memperlakukanku sama seperti kau memperlakukan teman-temanmu. bukan. bukan tentang mata kuliah, tentu bukan, tentang hal-hal kecil. sepele. tapi aku merasa kau perlu memperhatikanku. sedikit saja peduli pada urusanku dan perasaan sensitifku, aku tak bisa mengungkapkanya. pada ahirnya aku cuma manyun dan menggerutu, dan kau kebingungan. setiap api kemarahanku berkobar selalu saja luluh saat kau datang.
waktu aku membeku atas kehausanku tentang rasa pasti bahwa kau sungguh-sungguh akan melindungi dan menjagaku kadang menjadikanku benar-benar bisu, dan seketika menguap begitu saja saat menjadi makmumu dan mengaminkan doa-doamu.
------------
kau periang, kau selalu bisa menutupi masalah-masalahmu, bahkan dariku sekalipun. aku tak pernah mendengarmu mengeluh kecuali kau sering sakit kepala. dan aku mulai takut karena kau tak pernah mengeluh. aku menerka-nerka, apa kau tak percaya padaku? apa kau sedemikian hebatnya sehingga tak ada yang perlu kau keluhkan? atau ini lebih menyakitkan, kau ragu padaku....dan aku takut.
aku ingin bertanya padamu tentang ini, tapi kau selalu sibuk dengan handphonemu atau dengan membahas masalah-masalah lain dibandingkan dengan mengeluh padaku dan mencari jawaban apa kau ragu padaku.
aku fokus padamu, dan aku nyaris tak punya teman. aku takut akan kekhawatiranmu pada masa laluku, tak ada jalan lain selain menutup aksesku dari masa laluku, itu berarti juga dari teman-temanku, tidak, bukan karenamu tentu, ini hanya karena ketakutanku. dan jangan menyalahkan dirimu seperti biasa, karena aku tidak pernah meninggalkan mereka, dalam doa.
Songwriters: Jackson, Deon
You know love makes the world go round
And love, baby makes the seesaws go up and down
And it makes trees grow tall
And the most important thing of all
It makes a boy and girl, oh
Say they feel so fine, now
Without love flowers wouldn't grow in the spring
And without spring, yeah the birdies just couldnt sing
Everybody needs love
To watch the twinkling stars above
It makes a boy and girl,
Say they feel so fine, now
Oh... love makes you cry, now
That goes for Billy, Sherry, Bobby and Marsha and baby you and I
Oh, I can prove to you
That these facts of love are so true
It makes a boy and girl, yeah
Say they feel so fine, now
Love, love, sweet love love is so good, child
Ooh, it's so fine ooh...
And love, baby makes the seesaws go up and down
And it makes trees grow tall
And the most important thing of all
It makes a boy and girl, oh
Say they feel so fine, now
Without love flowers wouldn't grow in the spring
And without spring, yeah the birdies just couldnt sing
Everybody needs love
To watch the twinkling stars above
It makes a boy and girl,
Say they feel so fine, now
Oh... love makes you cry, now
That goes for Billy, Sherry, Bobby and Marsha and baby you and I
Oh, I can prove to you
That these facts of love are so true
It makes a boy and girl, yeah
Say they feel so fine, now
Love, love, sweet love love is so good, child
Ooh, it's so fine ooh...
Subscribe to:
Posts (Atom)